Jenazah Tergeletak di Pinggir Jalan Kota Bandung, Dibawa Tim Berpakaian APD

Kitasehat.net – Wabah virus corona atau COVID-19 masih menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia. Hingga Kamis, 26 Maret 2020, disebutkan bahwa telah ada 893 orang yang dipastikan positif terinfeksi virus ini. Bahkan, telah ada tambahan 20 orang yang meninggal sehingga jumlah korban jiwa akibat kasus ini total mencapai angka 78.

Korban dibawa tim yang dilengkapi dengan APD (Twitter/outstandjing)

Di Bandung, ditemukan jenazah seseorang di pinggir jalan, tepatnya di depan kios yang berlokasi di Jalan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan. Saksi melaporkan hal ini ke aparat kepolisian dari Polsek Bandung Wetan pada pukul 09.00 WIB. Berdasarkan informasi saksi, korban tewas sedang jalan-jalan. Saat melakukannya, tiba-tiba korban terjatuh tak sadarkan diri. Sempat diperiksa oleh warga sekitar, nyawa korban ternyata sudah tak tertolong.

“Berdasarkan info yang baru saja kami dapatkan, korban sakit. Saat jalan-jalan pagi mendadak penyakitnya kambuh dan membuatnya terjatuh,” terang Kasi Humas Polsek Bandung Wetan, Budi.

Belum jelas seperti apa penyakit yang diketahui oleh korban. Satu hal yang pasti, pria tersebut berusia paruh baya atau sekitar 60 tahunan. Korban kemudian dievakuasi oleh tim dari kepolisian, tepatnya INAFIS dari Polrestabes bandung serta tim PMI. Tim evakuasi diketahui memakai pakaian alat pelindung diri (APD) dan bermasker demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Akun Twitter milik @Outstandjing juga mengungkap fakta lain. Ternyata, tidak hanya satu orang yang ditemukan di Bandung dalam kondisi tak bernyawa di pinggir jalan, melainkan dua. Kedua jenazah diketahui sama-sama dibawa oleh tim dengan pakaian lengkap APD. Selain itu, akun ini juga melaporkan tentang seorang korban di kawasan Gandaria atau Arteri, Jakarta yang berada dalam kondisi sesak napas di pinggir jalan.

Kondisi korban yang ada di Jakarta masih hidup meski tergeletak di bawah tangga penyeberangan jalan. Korban pun ditolong oleh tim ambulans yang juga memakai pakaian lengkap APD.

Dokter di Garut Meninggal di Dalam Kamar Kos

Sementara itu, di Garut, Jawa Barat pada Rabu, 25 Maret 2020, seorang dokter diketahui meninggal di dalam kamar kosnya. Jenazah sang dokter juga dievakuasi oleh petugas kesehatan yang dilengkapi dengan APD.

Sang dokter bernama Emi dan bertugas di puskesmas. Dokter berusia 45 tahun ini ditemukan di kamar kos yang ada di Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul. Penemuan jenazah korban diawali oleh pemilik kos yang mencium aroma menyengat di dalam kamar korban. Saat pemilik kos memeriksa kamar tersebut, barulah diketahui bahwa Emi sudah berada dalam kondisi tidak bernyawa.

Foto dan video yang menunjukkan petugas membawa jenazah korban ke ambulans lengkap dengan peralatan APD viral di media sosial. Ada desas-desus yang menyebut sang dokter ikut dalam penanganan wabah COVID-19, namun hal ini ternyata nggak benar.

Juru Bicara Penanganan COVID-19 Garut, Ricky Rizki Darajat menyebut sang dokter tidak ikut dalam tim penanganan COVID-19 Kabupaten Garut.

“Dokter ini nggak ikut dalam tim penanganan COVID-19. Hanya, dia sudah sakit dan sempat mengonfirmasikan kondisinya ke pimpinannya,” terang Ricky.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan yang dikeluarkan oleh aparat kepolisian terkait dengan penemuan jenazah sang dokter ini.

Meski kasus kematian para korban ini belum tentu terkait dengan virus corona. Ada baiknya memang kita harus lebih waspada. Pastikan untuk rajin mencuci tangan, melakukan aktivitas di rumah saja, serta memakai masker dan menjaga jarak dari orang lain jika harus pergi ke luar rumah.

Default image
ariesubagio
Leave a Reply