Diisolasi Di Masjid Jami Kebon Jeruk, Jakarta, Jemaah Tetap Salat Berjamaah

Kitasehat.net – Tiga Jemaah peserta acara Jemaah Tabliqh yang berlokasi di Masjid Jami Kebon Jeruk Jakarta Barat positif virus corona. Hal ini membuat lebih dari 100 orang peserta lainnya diisolasi di masjid tersebut. Karena tetap berada di dalam masjid, mereka pun tetap melakukan aktivitas seperti biasa, termasuk melakukan salat berjamaah.

Penyemprotan desinfektan di masjid (twitter/kominfotikjb)

Dahlan Siregar, pengurus dari Tim Taskyil Jamaah Tabliqh menyebut para peserta juga tidur di dalam masjid. Karena seluruh aktivitas berada di dalam, maka para Jemaah juga tetap melakukan salat berjamaah.

Meski nggak ada aturan khusus bagi para warga yang diisolasi di masjid tersebut, Dahlan memastikan bahwa para peserta nggak boleh keluar dari masjid sesuai dengan protokol kesehatan.

Para Jemaah ini ternyata nggak berasal dari Jakarta, melainkan dari berbagai kota di penjuru Indonesia. Bahkan, sebagian dari Jemaah adalah warga negara asing (WNA). Mereka berkumpul di masjid tersebut pada Kamis, 26 Maret 2020 demi mengikuti acara Jemaah Tabliqh.

“Dari lebih dari 100 peserta, 70 atau 80-an di antaranya berasal dari luar negeri seperti Palestina, Pakistan, Bangladesh, India, dan Kamboja,” terang Dahlan.

Di hari yang sama, tepatnya saat acara sudah selesai dan Jemaah akan pulang, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat melakukan rapid test corona di sebuah masjid yang ada di Kelurahan Maphar, Taman Sari. Saat inilah 3 jemaah dipastikan positif terpapar COVID-19. Hal ini membuat pemerintah Jakarta Barat memutuskan melakukan karantina di masjid tersebut.

Ketiga orang yang positif virus corona kini dibawa ke rumah sakit darurat di Wisma Atlet Kemayoran. Sementara itu, ratusan Jemaah lainnya kini dikarantina di dalam masjid yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP.

Camat Tamansari, Risan Mustar menyebut seluruh Jemaah sudah melakukan rapid tes. Kini, sembari menunggu masa karantina usai, para Jemaah diberi bantuan pangan setiap hari berupa makanan cepat saji.

Ketua Dewan Masjid Indonesia, Arief Rosyid memutuskan untuk meninjau masjid tersebut untuk mengetahui kondisi para Jemaah. Arief juga memberikan paket yang isinya adalah madu dan telur. Sebenarnya, Arief sempat melakukan negosiasi agar para Jemaah dipindahkan ke tempat isolasi yang lebih layak, namun demi mencegah penularan virus corona yang lebih parah, hal ini sepertinya urung untuk dilakukan.

Kasus positif virus corona di Jakarta tertinggi di Indonesia

Sebagaimana kita ketahui, kasus virus corona atau COVID-19 di Indonesia masih didominasi di kawasan Ibu Kota Jakarta. Hingga Sabtu, 23 Maret 2020 sore, disebutkan bahwa sudah ada 603 kasus di wilayah tersebut, atau naik 79 angka dari hari sebelumnya.

“Total sudah ada 603 kasus virus corona di DKI Jakarta. Dari jumlah tersebut, terdapat 61 tenaga medis yang tertular saat bertugas di 26 rumah sakit yang ada di di Ibu Kota. Sudah ada 62 orang yang meninggal,” terang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Semakin parahnya kasus virus corona di Jakarta membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memperpanjang status tanggap darurat hingga 19 April 2020 mendatang. Hal ini membuat aktivitas warga Ibu Kota yang diminta untuk di rumah saja akan terus dilanjutkan. Sekolah-sekolah dan tempat wisata juga masih ditutup.

Sementara itu, di seluruh Indonesia, jumlah kasus positif terpapar virus COVID-19 mencapai 1.155 kasus. Jumlah orang yang meninggal bahkan sudah melebihi 100, tepatnya 102 orang. Meskipun begitu, sudah ada 59 orang yang sembuh.

Default image
ariesubagio
Leave a Reply