Dokter Tirta Kelelahan, Kini Dirawat di Rumah Sakit

Kitasehat.net – Relawan yang ikut menangani kasus mewabahnya virus corona atau COVID-19 di Indonesia, dr. Tirta Mandira Hudi dikabarkan mengalami kelelahan akibat sibuknya aktivitas yang dia lakukan belakangan ini. Bahkan, kabar terbaru menyebut dr. Tirta kini menjalani rawat inap di RS Kartika, Pulomas, Jakarta Timur.

dr. tirta (twitter.com/tirta_hudhi)

Di akun Twitter pribadinya, @tirta_hudhi, Dia memutuskan untuk melakukan bedrest secara total sekaligus isolasi diri. Nggak hanya kelelahan, ternyata dr. Tirta juga mengalami gejala seperti batuk-batuk dan demam.

“Ini day 1. Jika sampai day 3 saya nggak baik-baik saja, terpaksa harus ke rumah sakit. Khusus untuk APD saya fokuskan untuk dikirim ke luar pulau. Sudah ada tim yang mengurusnya,” cuit dr. Tirta pada hari ini, Sabtu, 28 Maret 2020 pukul 11.44 siang.

Sebelum memutuskan untuk beristirahat, dr. Tirta masih sempat menyiapkan bantuan berupa alat pelindung diri yang dikirimkan ke RSUP Sardjito, DI Yogyakarta, serta Rumah Sakit Kramat 128 yang ada di Jakarta Pusat.

Dr. Tirta juga mengaku akan melakukan tes virus corona. Hanya saja, Dia nggak bisa langsung melakukannya dan harus menunggu beberapa hari.

“Sejak opname di RS Kartika, saya baru bisa melakukan swab test di hari ketiga,” terang dr. Tirta.

Selain dikenal sebagai dokter, lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini juga dikenal luas dalam dunia sepatu sneakers. Hanya saja, sejak wabah virus corona masuk ke Indonesia, dr. Tirta langsung ikut turun tangan membantu para tenaga medis mendapatkan APD dan kebutuhan lainnya.

Dokter masih menjadi yang paling rentan terinfeksi virus corona

Dibandingkan dengan masyarakat umum, tenaga medis seperti dokter dan perawat paling rentan untuk tertular virus corona. Hal ini disebabkan oleh tugas mereka yang harus menangani pasien setiap hari sehingga bisa saja terkontaminasi.

Sayangnya, satu orang dokter diketahui kembali tutup usia, yakni dokter yang memeriksa kondisi Wali Kota Bogor, Bima Arya. Bima sediri sudah mengonfirmasikan dirinya telah positif tertular virus corona.

Dedie Rachim, Wakil Wali Kota Bogor membenarkan kabar ini. Dokter yang juga menjabat sebagai kepala bidang di Dinas Kesehatan setempat ini diketahui meninggal saat dirawat di ICU RSUD Kota Bogor pada Jumat, 27 Maret 2020 pukul 20.00 WIB.

“Betul telah meninggal. Beliau juga terkonfirmasi tes telah positif tertular COVID-19 setelah dua hari lalu hasil tes swab keluar,” terang Dedie.

Yang bersangkutan diketahui ikut dalam penjemputan Bima Arya di Bandara Soekarno Hatta pada 16 Maret 2020 silam. Sebagai informasi, Bima baru saja menyelesaikan kunjungan kerja ke Turki dan Azerbaijan. Pria yang merupakan dokter gigi ini sempat memeriksa kondisi kesehatan Bima.

Setelah Bima dipastikan positif terinfeksi virus korona, sang pria dan anggota rombongan lainnya langsung menjalani pemeriksaan. Sayangnya, hasilnya positif dan membuatnya mengalami masalah kesehatan hingga tutup usia.

Sementara itu, Bima kini diisolasi dan mendapatkan perawatan medis di RSUD Kota Bogor. Setidaknya ada tim dokter dan paramedis yang selalu mengecek kondisinya. Bima pun dinyatakan dalam kondisi baik, termasuk dalam hal kondisi pernapasan dan tekanan darah.

Hanya, Bima diminta untuk nggak memakai telepon genggamnya demi mengecek media sosial. Dokter menyebut hal ini bisa mengganggu kondisi fisik dan mentalnya. Hasilnya adalah, kondisi tubuhnya tetap stabil dan nggak mudah drop. Sistem imun tubuhnya pun berjalan dengan baik.

Bima disebut-sebut lebih banyak membaca buku selama masa isolasi. Hal ini disebut-sebut berpengaruh besar bagi perkembangan kondisi kesehatannya.

Default image
ariesubagio
Leave a Reply